Mengenal TaniHub dan Apa Saja Manfaat dan Keunggulannya

Mengenal TaniHub dan Apa Saja Manfaat dan Keunggulannya

Sebagai konsumen, kemungkinan Anda pernah mengeluhkan tentang harga bahan pangan yang tiba-tiba menalami kenaikan. Kenaikan harga tanpa pemicu yang jelas semakin diperparah oleh, kelangkaan bahan makanan tertentu. TaniHub disebut-sebut sebagai salah satu upaya untuk mengatasi hal ini.

Sebagai salah satu barang yang termasukke dalam kebutuhan pokok, stabilitas harga pangan memang sifatnya sangat sensitif. Terlebih jika tidak ada penyebab signifikan misalnya pergantian musim atau mendekati momen tertentu. Inilah mengapa isu harga bahan pangan menjadi hal yang sangat penting.

Masalah lainnya adalah kelangkaan barang di pasaran yang dapat mengakibatkan pihak konsumen tidak dapat menemui bahan seperti sayur, buah dan daging dalam kualitas layak. Masalah distribusi dan pemasaran juga sepenuhnya belum memberikan solusi efektif. Atas berbagai permasalahan ini, startup marketplace bahan pangan ini hadir melalui pendekatannya sendiri.

Startup ini membuat aplikasi mobile dengan dagangan beberapa kategori produk kebutuhan pokok mulai dari sayuran organik dan non organik, buah non organik, hasil ternak dan lain sebagainya yang meliputi ratusan produk di dalamnya. Konsumen harus login disertai data pendukung seperti nomor telepon dan alamat, barulah kemudian memilih item. Ada pula jaminan uang kembali jika pesana tidak sampai.

Bisa dikatakan bahwa perusahaan ini menawarkan aplikasi on-demand dalam bidang pengiriman kebutuhan sayuran secara langsung dari lahan pertanian menuju ke konsumen rumah tangga. Lantas apa yang membedakan aplikasi ini dengan HappyFresh, GO-MART dan lainnya? Pihak TaniHub mengkalim bahwa keunggulannya terletak pada kualitas barang serta harga yang lebih murah. Hal ini dimungkinkan karena mereka mendapatkan barang langsung dari petani sehingga lebih segar dan lebih murah.

Layanan yang ini digagas pada Startup Weekend 2015 silam tersebut ternyata tak hanya ingin membantu para konsumen dengan kebutuhan pokoknya saja, melainkan juga kaum petani. Jadi selain layanan business-to-consumer, startup ini juga melayani business-to-business lalu mengekspansi usaha menuju platform investasi crowdlending pada Tanifund.

Pada situs resminya, perusahaan ini memiliki misi untuk lebih memberdayakan para petani lokal dengan cara menyediakan akses pasar serta akses keuangan. Dengan kata lain para petani lokal bisa memasarkan hasil panen mereka secara langsung kepada konsumen individu hingga UMKM yang tersebar di wilayah lain. Benar saja, TaniHub memang sudah membuka toko resmi di sejumlah e-commerce misalnya Shopee hingga Tokopedia.

Pada bulan April 2018 yang lalu, TaniHub memperkenalkan platform untuk pengembangan mitra Usaha Kecil Menengah (UKM) yang diberi nama TaniPreneur. Wadah ini dikhususkan bagi para pengusaha yang ingin ikut berbisnis dalam bidang makanan maupun minuman.

Dengan adanya program tersebut, maka para mitra bisnis yang telah mengadakan kerjasama dengan Tanihub dapat terbantu usahanya mulai dari proses penyediaan bahan baku yang merupakan hasil pertanian, proses pengadaan berbagai macam fasilitas pelengkap, peralatan, melakukan konsultasi bisnis, mendapatkan bantuan pemasaran dan lain sebaginya .

Perusahaan ini menggolongkan program kemitraan menjadi Restopreneur, Juicepreneur serta  Storepreneur.

Salah satu bentuk kerjasama misalnya pada program Storepreneur, Tanihub bisa memberikan bantuan berupa desain toko, peralatan hingga menyuplai buah maupun bahan pangan lain. Dan untuk mendapatkan barang tersebut, mitra tidak harus membayar di depan. Selain itu, tidak ada biaya pengiriman.

Pada tahun 2017, Modalku, sebagai penyedia layanan P2P lending menjalin kemitraan bersama Tanihub guna memberikan pinjaman kepada kalangan petani, nelayan dan peternak melalui layanan Supply Chain Financing (SCF) mereka. Sayangnya, untuk saat ini layanan TaniPreneurbelum menjangkau hingga ke seluruh pelosok Tanah Air dan masih terfokus di Jabodetabek dan Bandung.